Balada Jamnas IV Prides & Touring Keliling Jawa (PART 1)


Awalnya saya duduk di depan komputer kantor sambil buka portal buat ngajuin cuti online, jatah cuti tahun ini masih 10 hari lagi, ditambah uda mau akhir tahun, daripada hangus bagai roti di pagi hari yang dibakar menggunakan selai kacang, akhirnya saya ambil cutinya…dan kebeneran di Bulan November ini ada acara besarnya prides-online.com di Pacet Mojokerto yaitu Jambore nasional ke IV.  Anyway sebenernya ini jamnas ketiga saya, karena jamnas 3 saya gak ikut karena bentrok ama kerjaan.  Cuti dikirim ke bos, gak lama kemudian ada email masuk dari sistem cuti kantor..yess…..cuti saya di approve dengan komen manis dari atasan saya yg isinya “okay..mau ngelamar anak orang” Continue reading

Advertisements

EMANG PENDEKAR BODOH!


Image

Berawal dari saya makan malem di D’cost Quick bareng dua temen saya, hahahihi ngobrol, terus dateng seorang bapak-bapak setengah baya berkacamata, tinggi, putih,bawa es teh manis di gelasnya sambil menghampiri kita terus bilang” boleh saya gabung?”, kita bertiga diem sebentar tapi meng iyakan.  Lalu dia nanya pengalaman makan disitu trus minta masukan ke kita tentang d’cost quick. Usut punya usut ternyata dia salah satu petinggi jaringan d’cost seafood, entah owner, Presdir, atau  GM, yang jelas dia kebetulan lagi ngontrol D’Cost yang di plaza festival.  Kita juga gak tau kenapa kita yang dihampiri dan dia mau ngobrol bareng ama kita.  Yang jelas, terima kasih karena dia mau berbagi visi yang menurut saya emejing pemirsah..

Kemudian, sambil ngobrol-ngobrol, dia bercerita tentang visi bukan Cuma sebagai pebisnis resto, tapi lebih ke memberikan value buat produk yang dijualnya. Sebenernya saya sih bengong, mungkin kalo di persentasikan, otak saya cuma bisa menangkap setengah apa yang dia ceritakan, sisanya pikiran saya ke touring jamnas minggu depan dan kerjaan yang belum selesai.  Anyway kemudian saya nanya ke beliau darimana untungnya dia setiap rabu jual menu makanan, lengkap dengan minum dengan harga tiga rebu perak, atau kedai roti yang namanya the stupid baker, yang akan dia buka dengan promo gratis makan ditempat sampai puas, kalau take away baru bayar.  Semua itu terjawab…

Saya melihat bukan hanya cara dia ambil untung, tapi ke visi jangka panjang…seperti Google yang awalnya memberikan fitur search engine secara gratis, memberikan manfaat bagi orang banyak, perusahaannya menjadi valuable dan go public, profit akan datang dengan sendirinya bahkan mengejarnya.  Dia memberikan gambaran bahwa dia tidak berkompetisi di pasar yang sudah ada, tapi menciptakan pasar yang belum ada.  Kalo boleh dianalogikan, pembeli pintar itu ingin produk bagus, harga murah dan pengusaha pintar itu ingin biaya produksi murah, dia jual mahal, maka susah match..susah ketemu.  Tapi kalau ada pembeli pintar tadi bertemu dengan pengusaha”bodoh” yang menjual kualitas bagus tapi dengan harga murah, itu akan jadi jodoh dan menciptakan pasar baru dengan customer yang loyal.  Makanya mungkin dia Cuma break event poin atau untungnya sedikit di jangka pendek, tapi kalau produknya memberikan manfaat, customer akan berpromosi tanpa dibayar..dan uang akan mengikuti…kayak saya nulis ini…secara gak langsung saya promoin dia kan? Itu akan mengurangi budget promosi dia. Hahaha..

Anyway Thx buat pak David Marsudi. Nice sharing