Buat yang mau bunuh diri


Kenapa akhir2 ini begitu ngetrend ngalahin poligami?
kenapa fatwa haram bunuh diri gak se booming pesbuk yang akhirnya gak jadi diharamin?
Kenapa iklan SBY mirip iklan Indomie?
Kenapa kunci kosan saya ilang lagi?

Jangan tanya lemon, dy mah laporan PLA aja belom beres2.
Tanya aja Fahmy, calon bintang masa depan pengganti Ridho Irama, syalalalala…..

Emang aneh2 alesan orang buat bunuh diri,
ada yang karena ikut sekte sesat, banyak utang, gagal jadi caleg, ato mungkin karena ditinggal kawin sama cwe idaman.
Gak lupa sebelum loncat dari gedung, temennya uda siap sedia buat ngerekam aksi loncat dari gedung tersebut buat imasukin Youtube, mungkin biar ada kenangan yang bisa dia pamerin ke malaikat nanti, ato mungkin minimal dia bisa masuk tipi dengan loncat sambil update status pesbuk yang isinya “lagi bunuh diri karena ditolak Sandra Dewi”. Gedubrakk….

Mending sebelum bunuh diri, ada baiknya ikutin tips2 berikut biar aksi kita dikenal dan dikenang :

1. Kalau kamu bukan selebriti, jangan buru2 bunuh diri.

Jadilah selebriti dulu aja, biar kematian kamu dikenang oleh publik sebagai sebuah tragedi bersejarah.
Misalnya: Kurt Cobain yang bunuh dirinya terkenal, ato Mungkin Hitler, Cleopatra hingga Marlyn Monroe. Kalau bukan seleb, jangan bunuh diri. Sebab nama kamu nggak bakalan masuk ke wikipedia.

2. Bunuh diri sendirian cuma akan jadi noktah dalam statistik makalah mahasiswa filsafat, psikologi, ato kedokteran.

Maka itu, biar sukses, sebelum bunuh diri buatlah sebuah sekte. Isinya orang-orang yang senasib sepenanggungan. Jadikan diri kamu nabi mereka. Kalau mereka percaya kamu nabi, utusan tuhan, atau manusia suci… Baru deh ajak mereka kedalam teori kamu akan ‘pembebasan jiwa dari raga’. Kalau kamu tidak punya pengikut, ngapain bunuh diri? Rugi.

3. Sebelum bunuh diri, bilang pada orang-orang kamu mau ‘meninggalkan dunia untuk selama-lamanya secara sengaja’.

Nah dari sana, kamu bisa lihat, orang yang peduli dengan kamu. Biasanya, ada yang nangis, ada yang meratap-ratap, dan pasti ada pula yang melarang-larang. Semakin banyak yang meratap, menangis dan melarang, semakin hebat lah kamu. Nah, kalau tidak ada yang menangis, meratap dan melarang… JANGAN BUNUH DIRI.

Ingat, kalau tidak ada yang peduli kamu mati atau hidup, JANGAN BUNUH DIRI. Sebab aksi kamu sia-sia belaka.

Belajarlah dari blogger yang membunuh blognya dengan sengaja. Apakah ia menjadi tenar? Atau malah hanya jadi angin selintas belaka? Sebab jadi blogger itu enak. Ngaku-ngaku saja pada publik bahwa ia akan membunuh blognya, pasti banyak yang akan komentar serius. Kalau sudah mengaku akan bunuh diri, tapi tidak dapat hits atau komentar, JANGAN BUNUH DIRI!

4. Jadilah fasis sebelum bunuh diri.

Kalau kamu berniat mau bunuh diri. Kamu pasti bukan fasis. Sebab hitler itu walaupun fasis, bunuh diri bukan gara-gara kepingin, tapi gara-gara Nazi Jerman sudah kalah dari sekutu.

Sebab walaupun sangat amat layak bunuh diri, fasis itu biasanya ogah mati. Malah berniat hidup selama-lamanya, agar bisa menindas manusia lain lebih lama.

Nah, kalau kamu banyak hutang, putus cinta ditinggal kekasih, terlibat masalah pelik, jangan bunuh diri. Sebab kalau banyak hutang, bilang saja kepada pemberi hutang, kamu nggak bisa bayar. Lalu cari solusinya bersama. Kalau patah hati, belajarlah menunggu. Tunggu tiga bulan lagi, pasti ada perubahan. Kalau terlibat masalah pelik, cobalah berenang. Berenang itu baik untuk menyelesaikan masalah. Tidak percaya? Jangan bunuh diri, belajar lah berenang dahulu.

5. Pakailah cara yang tidak konvensional.

Sebab kalau cuma gantung diri, minum obat nyamuk, nyilet nadi… Itu mah biasa. Dan sekali lagi, yang biasa itu tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Ngapain kamu bunuh diri kalau tidak menimbulkan reaksi? Maka itu pergunakanlah cara yang tidak biasa.

Contoh; Jadilah orang kaya, pemilik perusahaan terkenal yang juga merangkap menteri, lalu buat perusahaan kamu ngebor tanah dan menimbulkan lumpur yang luar biasa tak terkira, bau dan panas. Nah, ketika kamu tahu, bahwa kamu sudah mencederai begitu banyak umat manusia dan harus bertanggung-jawab sementara kamu tidak tahu jawabnya, terjunlah ke lautan lumpur. Kematian kamu pasti akan membuat anak buah kamu serta merta membereskan lumpur itu cepat-cepat. Sebab mereka tidak mau atasan kamu, keluarga kamu hingga selir-selir kamu melakukan hal yang sama. (*maap, contoh ini sebenarnya kurang tepat, abisnya saya biingung nyari contohnya)
Perlu diingat, cara apapun yang anda gunakan untuk bunuh diri,
semua tetap akan membawa anda ke neraka.

Jadi?

mau cara yang mana?

udah…mending tidur aja……….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s