Isi malam 15 Mei


Langit malam 15 Mei seperti biasa tak membuatku untuk cepat memejamkan mata ke peraduan, hawa dingin terus menusuk tubuhku dan tembus ke hati yang hanya dilapisi kaos belel abu2. Jiwa dan asa yang terus berperang menjadi satu menyeruak rona bahagiaku. kau yang ada disana mungkin takkan pernah tau apa yang ada di hati berukuran kecil ini yang mungkin telah telah lelah memfilter racun2 yang pernah singgah tuk sesaat. Di bentengmu, angin seolah berbisik menyeruak langsung ke area pekat jiwaku, yang hanya Tuhan dan aku yang tau.
Dimanakah artiku dalam memorimu?
Saat ini cuma suara ketikan keyboard, lagu Tompi, dan pikiran yang entah melayang kemana tanpa pasti dikepalaku. Deorama langit gegerkalong pun

cuma menunjukan kegelapan tanpa makna, yang sulit ditafsirkan dengan sederhana.
Kepada siapa jiwaku kan kutaruh?
yang untuk sementara dapat dengan tenang kutitipkan hingga nanti ku mundur dengan pelan dan kemudian menghilang.
Seperti indah pelangi saat hujan telah menepi.

Perlahan ku mulai tertunduk dalam cepatnya detik jarum jam dengan lamunan yang masih terdapat tulisan “draft”, kuharap ada yang menyempurnakan itu menjadi full version.

Someday…….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s